INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan seorang oknum dosen berinisial WJ sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual fisik terhadap lima mahasiswi di salah satu perguruan tinggi ternama di Mataram.
Penetapan tersangka ini disampaikan oleh Kepala Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati. Menurutnya, penetapan WJ sebagai tersangka dilakukan setelah dilakukan penyelidikan secara maraton dan pengumpulan sejumlah bukti penting.
“Setelah menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan seksual fisik di salah satu universitas di Mataram, kami bekerja secara maraton,” ujar AKBP Ni Made Pujawati, Jumat (23/5/2025).
Bukti Kuat dan Langkah Hukum Tegas
Penyidik menetapkan WJ sebagai tersangka berdasarkan keterangan lima korban, dua saksi, serta sejumlah barang bukti. Bukti-bukti tersebut meliputi dokumen terkait jabatan WJ di kampus, barang-barang pemberian kepada korban, dan bukti percakapan antara tersangka dan korban. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan rekonstruksi untuk memperkuat alat bukti.
“Dengan bukti-bukti yang telah kami kumpulkan, status WJ resmi kami naikkan dari saksi menjadi tersangka,” tegas AKBP Ni Made.
Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, WJ langsung ditahan oleh pihak kepolisian.
Jerat Hukum dan Modus Pelecehan
Tersangka WJ dijerat pasal berlapis atas dugaan pelecehan seksual fisik, yakni Pasal 6 huruf C atau huruf A dan diperberat dengan Pasal 15 huruf B atau huruf E. Ancaman hukuman maksimal dalam kasus ini mencapai 12 tahun penjara.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa WJ diduga menggunakan posisinya sebagai dosen untuk memanipulasi korban.
“Modus pelecehan seksualnya adalah menggunakan posisi, kewenangan, serta tipu daya, termasuk memberikan barang tertentu agar korban merasa terikat dan tunduk pada perintahnya,” ungkap AKBP Ni Made.
Polda NTB Buka Ruang untuk Korban Lain
Polda NTB menegaskan bahwa penyidikan akan terus berlanjut dan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi korban lain yang merasa mengalami hal serupa.
“Kami mengimbau siapa pun yang merasa menjadi korban agar tidak ragu melapor,” katanya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut integritas dunia pendidikan dan perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan akademik.
Pertanyaan Umum (FAQ): Kasus Dosen WJ Tersangka Pelecehan Seksual di Mataram
1. Siapa tersangka dalam kasus ini?
Tersangka berinisial WJ, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi ternama di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
2. Apa yang menjadi tuduhan terhadap WJ?
WJ diduga melakukan pelecehan seksual fisik terhadap lima orang mahasiswi yang merupakan anak didiknya sendiri.
3. Apa dasar hukum penetapan WJ sebagai tersangka?
WJ dijerat dengan Pasal 6 huruf C atau huruf A dan Pasal 15 huruf B atau huruf E karena melibatkan banyak korban. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 12 tahun penjara.
4. Apa bukti yang digunakan polisi untuk menetapkan tersangka?
Bukti yang dikumpulkan meliputi:
-
Keterangan dari lima korban dan dua saksi
-
Dokumen terkait jabatan WJ
-
Barang pemberian kepada korban
-
Bukti percakapan antara tersangka dan korban
-
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan rekonstruksi
5. Apakah WJ sudah ditahan?
Ya, setelah diperiksa sebagai tersangka, WJ langsung ditahan oleh penyidik Polda NTB.
6. Bagaimana modus pelecehan yang dilakukan WJ?
WJ diduga memanfaatkan posisinya sebagai dosen, menggunakan kewenangan, tipu daya, serta memberikan barang tertentu agar korban merasa terikat dan tunduk pada perintahnya.
7. Apakah ada kemungkinan korban lain?
Ya. Polda NTB membuka ruang bagi korban lainnya untuk melapor. Siapa pun yang merasa menjadi korban diminta untuk tidak ragu membuat laporan.
8. Apakah kampus sudah memberi pernyataan atau tindakan?
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait respon atau tindakan dari pihak kampus tempat WJ mengajar.
9. Apa langkah selanjutnya dari kepolisian?
Polda NTB akan melanjutkan proses penyidikan, termasuk kemungkinan memeriksa saksi tambahan, mengevaluasi alat bukti, dan mengusut potensi korban lainnya.
IKUTI INDONESIAUPDATES.COM
GOOGLE NEWS | WHATSAPP CHANNEL