Indonesia Updates
Kesehatan

Presiden Jokowi Luncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit di Jakarta

×

Presiden Jokowi Luncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Image Credit M. Irfan Al Amin / Tirto.id - Presiden Joko Widodo Resmikan Pendidikan Spesialis Berbasis Rumah Sakit.
Image Credit M. Irfan Al Amin / Tirto.id - Presiden Joko Widodo Resmikan Pendidikan Spesialis Berbasis Rumah Sakit.

INDONESIAUPDATES.COM, KESEHATAN – Presiden Joko Widodo secara resmi meluncurkan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta Barat. Inisiatif ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan tenaga medis spesialis di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa.

“Dengan mengucap bismillahirohmanirohim, pagi hari ini saya luncurkan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit pendidikan sebagai penyelenggara utama,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden mengungkapkan bahwa masalah kekurangan dokter spesialis sering menjadi keluhan utama saat kunjungan kerjanya ke berbagai provinsi. Menurut data yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Indonesia masih kekurangan sekitar 124 ribu dokter umum dan 29 ribu dokter spesialis.

“Jangan sampai peralatan medis yang sudah sampai di kabupaten/kota menjadi tidak berguna gara-gara dokter spesialisnya yang tidak ada,” tegas Jokowi. Ini menunjukkan pentingnya tenaga medis yang memadai untuk mendukung infrastruktur kesehatan yang telah dibangun.

Salah satu isu yang juga menjadi perhatian adalah distribusi dokter spesialis yang tidak merata, dengan 59 persen dari mereka berpraktik di Pulau Jawa. “Ditambah lagi distribusinya yang tidak merata, rata-rata semuanya dokter spesialis pada di Jawa dan di kota,” lanjutnya.

Inisiatif pendidikan dokter spesialis ini diharapkan bisa mengubah peta persebaran dokter spesialis di Indonesia, dengan menyiapkan dokter-dokter handal yang siap ditempatkan di berbagai daerah. Program ini akan mengintegrasikan pendidikan dan praktik medis secara langsung di rumah sakit-rumah sakit pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi mengakui bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengimplementasikan program ini. Namun, beliau menekankan pentingnya keberanian dan tekad untuk memulai perubahan.

“Saya diberi masukan harus begini pak, biasanya begini pak. Sekarang enggak, kita harus berani memulai,” tutup Jokowi.

Program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan spesialis di Indonesia tetapi juga mendistribusikan mereka secara lebih merata di seluruh tanah air. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialis yang berkualitas dapat terus ditingkatkan.


Pertanyaan umum ‘FAQ’ tentang Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit yang Diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo


1. Apa tujuan utama dari program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit?
Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia, meningkatkan kualitas pendidikan medis spesialis, dan menyebarkan dokter spesialis secara lebih merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa.

2. Dimana program ini akan dilaksanakan?
Program ini diluncurkan di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta Barat, dan diharapkan akan diperluas ke rumah sakit pendidikan lainnya di seluruh Indonesia.

3. Berapa jumlah dokter spesialis yang saat ini dibutuhkan di Indonesia?
Menurut data yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, Indonesia masih kekurangan sekitar 29 ribu dokter spesialis.

4. Mengapa kekurangan dokter spesialis menjadi masalah di Indonesia?
Kekurangan dokter spesialis membuat banyak peralatan medis di daerah-daerah tidak terpakai secara maksimal, mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, dan meningkatkan ketimpangan akses kesehatan di antara penduduk urban dan rural.

5. Bagaimana program ini akan mengatasi masalah distribusi dokter spesialis yang tidak merata?
Program ini dirancang untuk mendidik dokter spesialis di rumah sakit pendidikan yang berlokasi di berbagai daerah, dengan harapan bahwa dokter tersebut akan berpraktik di daerah mereka setelah menyelesaikan pendidikan, sehingga membantu meratakan distribusi tenaga medis spesialis.

6. Bagaimana cara mendaftar ke program pendidikan dokter spesialis ini?
Detail pendaftaran dan syarat khusus belum diumumkan secara resmi. Calon peserta diharapkan untuk mengikuti pengumuman lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan atau dari rumah sakit pendidikan yang terlibat dalam program ini.

7. Berapa lama durasi pendidikan untuk dokter spesialis dalam program ini?
Durasi pendidikan spesialisasi dokter bisa bervariasi tergantung pada spesialisasi yang diambil, namun umumnya berkisar antara tiga hingga lima tahun.

8. Apakah akan ada fasilitas atau bantuan finansial untuk peserta program?
Detail mengenai bantuan finansial atau fasilitas lainnya akan diumumkan oleh pihak penyelenggara seiring dengan peluncuran dan implementasi lebih lanjut dari program ini.

9. Bagaimana program ini dibiayai?
Program ini dibiayai oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur kesehatan dan sumber daya manusia di sektor kesehatan.

10. Kapan peserta pertama dari program ini diharapkan mulai berpraktik sebagai dokter spesialis?
Peserta yang mendaftar dan diterima ke dalam program diharapkan dapat mulai berpraktik beberapa tahun setelah penerimaan mereka, tergantung pada durasi dari spesialisasi medis yang mereka pilih.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS