Indonesia Updates
Pendidikan

Autopsi Mahasiswa STIP Jakarta Tewas Diduga Dianiaya Senior Ungkap Luka Memar

×

Autopsi Mahasiswa STIP Jakarta Tewas Diduga Dianiaya Senior Ungkap Luka Memar

Sebarkan artikel ini
Image Credit Papua60detik - Ilustrasi
Image Credit Papua60detik - Ilustrasi

INDONESIAUPDATES.COM, PENDIDIKAN – Hasil autopsi jenazah Putu Satria Ananta Rustika (19), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang tewas diduga dianiaya seniornya, telah selesai dilakukan. Autopsi mengungkap adanya luka memar di bagian luar dan dalam tubuh korban.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Brigjen Hariyanto, selaku pihak yang melakukan autopsi, membenarkan hal tersebut. Autopsi dilakukan pada Sabtu (4/5/2024) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Secara umum didapatkan berupa memar pada mulut, lengan atas dan dada, luka lecet di bibir, memar pada paru, dan perbendungan organ dalam,” jelas Hariyanto saat dikonfirmasi.

Meski begitu, Hariyanto belum bisa memastikan penyebab kematian Putu. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.

“Cara kematian dari autopsi sedang didalami penyidik,” ungkap dia.

Rencananya, jenazah Putu akan dibawa ke Bali pada Minggu (5/5/2024). Sebelumnya, jenazah disemayamkan di RS Polri Kramat Jati.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Peristiwa yang diduga berujung pada kematian Putu ini bermula pada Jumat (3/5/2024). Saat itu, Putu bersama empat temannya selesai melakukan kegiatan jalan santai. Tak lama kemudian, mereka dipanggil oleh para senior dan ditegur.

BACA :   Terungkap! Kronologi Penganiayaan Brutal Senior STIP yang Berujung Kematian Tragis

Para senior tersebut mempersoalkan Putu yang masih mengenakan pakaian olahraga. Mereka kemudian membawa Putu dan teman-temannya ke kamar mandi di lantai 2 kampus.

“Di sana, mereka diminta untuk berbaris dengan posisi Putu berada di depan teman-temannya,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan.

Tragedi pun terjadi di kamar mandi tersebut. Salah satu senior diduga memukul Putu sebanyak lima kali ke arah ulu hati. Putu langsung lemas dan terkapar usai pukulan tersebut.

Teman-teman Putu kemudian diminta meninggalkan kamar mandi dan kembali mengikuti kegiatan. Sementara itu, Putu langsung dibawa ke klinik kampus. Namun nahas, nyawa Putu tidak tertolongkan.

Saat ini, sejumlah senior Putu telah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan intensif. Selain itu, polisi juga tengah memeriksa rekaman CCTV untuk mencocokkan keterangan para senior dengan kejadian sebenarnya.

Polisi menduga kuat kematian Putu akibat kekerasan yang dilakukan oleh seniornya tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara tuntas kasus ini.

BACA :   Kemenhub Usut Dugaan Penganiayaan Taruna STIP Jakarta hingga Tewas

Pertanyaan Umum ‘FAQ’: Autopsi Mahasiswa STIP Jakarta Tewas Diduga Dianiaya Senior


1. Apa hasil autopsi mahasiswa STIP yang tewas?

Autopsi jenazah Putu Satria Ananta Rustika menunjukkan adanya luka memar di bagian luar dan dalam tubuhnya, seperti pada mulut, lengan atas, dada, paru-paru, dan organ dalam lainnya.

2. Apakah penyebab kematian mahasiswa STIP sudah diketahui?

Belum. Meskipun hasil autopsi telah keluar, penyebab kematian Putu masih didalami pihak kepolisian.

3. Kapan jenazah mahasiswa STIP akan dibawa pulang?

Jenazah Putu rencananya akan dibawa ke Bali pada Minggu (5/5/2024).

4. Bagaimana kronologi dugaan penganiayaan yang terjadi?

Putu bersama teman-temannya diduga dianiaya seniornya setelah kegiatan jalan santai. Para senior menegur mereka karena masih mengenakan pakaian olahraga. Putu kemudian dibawa ke kamar mandi dan diduga dipukul di bagian ulu hati oleh salah satu senior.

5. Bagaimana kelanjutan kasus ini?

Sejumlah senior Putu telah diamankan untuk pemeriksaan. Polisi juga sedang menyelidiki rekaman CCTV untuk melengkapi penyelidikan.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS