Indonesia Updates
Way KananBeritaLampungNasional

Senjata Api Diduga Milik Oknum TNI Ditemukan, Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

×

Senjata Api Diduga Milik Oknum TNI Ditemukan, Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan

Sebarkan artikel ini
Image Credit Ardiansyah/Antara - Sejumlah anggota TNI-Polri mengusung jenazah Bripda M Ghalib Surya Ganta saat akan dimakamkan di Bandar, Lampung, Lampung, Selasa 18 Maret 2025.
Image Credit Ardiansyah/Antara - Sejumlah anggota TNI-Polri mengusung jenazah Bripda M Ghalib Surya Ganta saat akan dimakamkan di Bandar, Lampung, Lampung, Selasa 18 Maret 2025.

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Senjata api laras panjang yang diduga digunakan oleh oknum TNI dalam insiden penembakan tiga anggota polisi di Way Kanan, Lampung, akhirnya ditemukan. Saat ini, senjata tersebut telah diamankan oleh tim investigasi gabungan dan tengah dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, membenarkan penemuan ini. Menurutnya, senjata tersebut diduga dibuang oleh pelaku setelah kejadian.

“Sore kemarin, senjata yang sebelumnya hilang kini telah ditemukan. Saat ini, senjata tersebut sedang dalam proses pengiriman ke Denpom II/3 Bandar Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Eko saat diwawancarai, Kamis (20/3/2025).

Ditemukan di Semak-Semak Jauh dari TKP

Tim investigasi gabungan dari Pomdam dan Polri menemukan senjata laras panjang tersebut di area semak-semak yang berjarak sekitar lima hingga enam kilometer dari lokasi kejadian.

“Senjata tersebut ditemukan dalam kondisi terbuang di area rawa-rawa yang dipenuhi semak-semak. Penemuan ini dilakukan oleh tim investigasi gabungan,” tambahnya.

Eko juga mengungkapkan bahwa senjata tersebut memiliki kaliber 5,56 mm. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah senjata ini benar-benar digunakan dalam insiden penembakan atau tidak.

“Itu adalah senjata laras panjang dengan kaliber 5,56 mm. Namun, kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah ini senjata yang digunakan dalam aksi tersebut,” jelasnya.

Ditemukan Selongsong Peluru Berbeda

Selain senjata laras panjang, tim investigasi juga menemukan beberapa selongsong peluru di tempat kejadian perkara (TKP). Menariknya, selongsong peluru yang ditemukan memiliki kaliber berbeda.

“Peluru berkaliber 5,56 mm umum digunakan oleh TNI dan Polri, sementara peluru 9 mm biasanya digunakan untuk pistol. Ada juga peluru 7,72 mm yang sering digunakan untuk senjata seperti AK-47,” terang Eko.

BACA :   Amuk Badai Milton di Florida, Amerika Serikat: Dua Korban Jiwa dan Puluhan Rumah Rusak

Keberadaan selongsong peluru dengan kaliber berbeda ini menimbulkan pertanyaan baru terkait penggunaan senjata dalam insiden penembakan tersebut.

Dua Oknum TNI Sudah Diamankan

Sebelumnya, insiden penembakan di Way Kanan terjadi saat polisi melakukan penggerebekan di lokasi judi sabung ayam. Akibat insiden tersebut, tiga anggota polisi tewas.

Saat ini, dua oknum TNI yang diduga terlibat dalam penembakan telah diamankan di Denpom Lampung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Salah satu tersangka, Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa ia melihat oknum TNI tersebut membawa dua senjata api saat berada di arena sabung ayam.

“Kami masih mendalami motif dan kronologi peristiwa ini. Semua pihak harus bersabar menunggu hasil investigasi yang lebih mendalam,” tutup Eko.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap detail lebih lanjut terkait peristiwa yang mengguncang Way Kanan ini.


Pertanyaan Umum (FAQ): PENEMUAN SENJATA API DIDUGA MILIK OKNUM TNI DI WAY KANAN


1. Apa yang terjadi di Way Kanan, Lampung?
Tiga anggota polisi tewas dalam insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI saat penggerebekan arena judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.

2. Senjata apa yang ditemukan?
Tim investigasi gabungan menemukan satu pucuk senjata api laras panjang dengan kaliber 5,56 mm yang diduga digunakan dalam insiden tersebut.

3. Di mana senjata itu ditemukan?
Senjata tersebut ditemukan di area rawa-rawa yang dipenuhi semak-semak, sekitar lima hingga enam kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

BACA :   Stadion GBK Dipenuhi Ribuan Suporter Menjelang Laga Indonesia vs Australia

4. Apakah sudah dipastikan bahwa senjata ini digunakan dalam insiden penembakan?
Belum. Saat ini, senjata masih dalam proses pemeriksaan di Denpom II/3 Bandar Lampung untuk memastikan apakah senjata ini benar-benar digunakan dalam insiden tersebut.

5. Apa saja bukti yang ditemukan di TKP?
Selain senjata laras panjang, tim investigasi juga menemukan beberapa selongsong peluru dengan berbagai kaliber, yaitu 5,56 mm, 9 mm, dan 7,72 mm.

6. Berapa jumlah oknum TNI yang diduga terlibat?
Dua oknum TNI yang diduga sebagai pelaku telah diamankan di Denpom Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

7. Apakah ada saksi yang melihat kejadian?
Salah satu saksi, Zulkarnaen, mengungkapkan bahwa ia melihat oknum TNI tersebut membawa dua senjata api saat berada di arena judi sabung ayam.

8. Apa langkah selanjutnya dalam investigasi ini?
Tim gabungan dari Pomdam dan Polri masih melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian serta memastikan pelaku yang bertanggung jawab.

9. Apa reaksi dari pihak militer?
Kodam II/Sriwijaya melalui Kapendam Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

10. Bagaimana langkah hukum terhadap pelaku?
Jika terbukti bersalah, para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku, baik melalui jalur militer maupun peradilan umum, tergantung hasil penyelidikan lebih lanjut.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM

GOOGLE NEWS | WHATSAPP CHANNEL


Image Credit AP - Anggota tim pencarian dan penyelamatan China memindahkan seorang korban dari gedung yang runtuh setelah gempa Myanmar di Mandalay, Senin, 31 Maret 2025.
Myanmar

INDONESIAUPDATES.COM, INTERNASIONAL – Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama sepekan, mulai Senin (31/3/2025), menyusul gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut. Gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada Jumat (28/3/2025)…