Indonesia Updates
JakartaBeritaNasional

Massa Aksi Tolak RUU TNI Gelar Long March ke Gedung DPR

×

Massa Aksi Tolak RUU TNI Gelar Long March ke Gedung DPR

Sebarkan artikel ini
Image Credit Istimewa - Sejumlah massa aksi menolak RUU TNI yang semula berkumpul di Gerbang Pancasila kini berpindah lokasi sambil melakukan long march menuju gerbang utama gedung DPR.
Image Credit Istimewa - Sejumlah massa aksi menolak RUU TNI yang semula berkumpul di Gerbang Pancasila kini berpindah lokasi sambil melakukan long march menuju gerbang utama gedung DPR.

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Ribuan massa aksi menolak RUU TNI menggelar long march menuju gerbang utama gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2025). Aksi ini terjadi setelah Gerbang Pancasila ditutup usai DPR dan pemerintah mengesahkan RUU TNI dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani.

Massa Berpindah ke Gerbang Utama DPR

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, massa mulai bergerak pukul 11.45 WIB dari Jalan Gelora menuju Jalan Gatot Subroto. Sebelumnya, mereka mencoba membobol gembok Gerbang Pancasila tetapi gagal. Akhirnya, mereka memutuskan melanjutkan aksi di depan gedung DPR/MPR.

Mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta telah berkumpul di lokasi aksi, menunggu rombongan demonstran lainnya sambil menyiapkan spanduk dan atribut untuk orasi.

BACA :   ASN Demo Menteri Kemendiktisaintek: Isu Mutasi Sepihak dan Sikap Kasar Jadi Pemicu

Polisi Kerahkan Ribuan Personel

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan 5.021 personel untuk mengamankan jalannya aksi.

Sementara itu, mobil komando dan kelompok demonstran lainnya masih berada di sekitar gedung TVRI, menunggu instruksi lebih lanjut.

RUU TNI Resmi Disahkan DPR

Sebagai informasi, RUU TNI telah resmi disahkan DPR dan pemerintah dalam rapat paripurna. Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa aturan ini tetap berlandaskan prinsip demokrasi, supremasi sipil, serta hukum nasional dan internasional.


Pertanyaan Umum FAQ (Frequently Asked Questions)


1. Mengapa massa aksi menolak RUU TNI?
Massa aksi menilai RUU TNI berpotensi melemahkan prinsip supremasi sipil dan mengkhawatirkan adanya perluasan kewenangan militer dalam ranah sipil.

BACA :   Alimudin Dorong Revisi PKS atas TPST Bantargebang untuk Perbaikan Zonasi dan Alokasi Kompensasi bagi Mustikajaya

2. Di mana lokasi awal dan tujuan aksi demonstrasi?
Aksi awalnya dilakukan di Gerbang Pancasila sebelum massa berpindah ke gerbang utama gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

3. Apa alasan Gerbang Pancasila ditutup?
Gerbang Pancasila ditutup setelah DPR dan pemerintah mengesahkan RUU TNI dalam rapat paripurna, yang memicu kemarahan demonstran.

4. Berapa jumlah personel kepolisian yang dikerahkan?
Sebanyak 5.021 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi ini.

5. Apa tanggapan Ketua DPR terkait pengesahan RUU TNI?
Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa RUU TNI tetap berlandaskan prinsip demokrasi, supremasi sipil, serta hukum nasional dan internasional.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM

GOOGLE NEWS | WHATSAPP CHANNEL


Image Credit AP - Anggota tim pencarian dan penyelamatan China memindahkan seorang korban dari gedung yang runtuh setelah gempa Myanmar di Mandalay, Senin, 31 Maret 2025.
Myanmar

INDONESIAUPDATES.COM, INTERNASIONAL – Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama sepekan, mulai Senin (31/3/2025), menyusul gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut. Gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada Jumat (28/3/2025)…