INDONESIAUPDATES,COM, NASIONAL – Seorang sopir taksi online, Pujiono (47), menjadi korban pembegalan di kawasan Jalan Gunung Anyar, Surabaya. Insiden tragis yang terjadi baru-baru ini menyebabkan Pujiono mengalami luka parah akibat beberapa tusukan yang diterimanya, salah satunya menembus paru-parunya.
Kondisi kesehatan Pujiono hingga kini masih memprihatinkan meskipun ia telah keluar dari ruang ICU RSUD dr Soetomo Surabaya. Kuasa hukum Pujiono, Suhartono, mengungkapkan bahwa luka-luka yang diderita kliennya sangat serius, dengan beberapa luka tusukan terletak di bagian leher dan dada. Yang paling mematikan, tusukan di bagian dada menembus paru-paru, mengakibatkan Pujiono harus menggunakan alat medis untuk membantu fungsi paru-parunya kembali normal.
“Luka tusukan yang dilakukan oleh tersangka menggunakan pisau dapur di bagian dada menembus paru-paru. Alat bantu medis diperlukan agar paru-parunya bisa berfungsi dengan baik,” ujar Suhartono, Jumat (4/10/2024).
Tuntutan Hukum dan Pertanggungjawaban
Suhartono menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum atas kasus pembegalan ini. Ia meminta keluarga tersangka, Maria Livia (23), untuk bertanggung jawab atas seluruh biaya perawatan korban yang hingga kini terus bertambah. Suhartono juga menyatakan akan mengupayakan agar tersangka mendapat hukuman yang setimpal atas tindakan kriminal yang dilakukannya.
“Kami meminta keluarga pelaku untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas biaya perawatan Pujiono yang hingga saat ini masih dalam kondisi memprihatinkan,” tegas Suhartono.
Motif Tersangka
Sebelumnya, Kapolsek Gunung Anyar, Iptu S Harsya Fahron, mengungkapkan motif di balik tindak kejahatan ini. Menurut keterangan pihak kepolisian, Maria Livia nekat melakukan pembegalan terhadap Pujiono karena membutuhkan uang untuk berlibur dan bekerja di Australia. Tersangka telah merencanakan aksi tersebut dengan membawa pisau dapur yang digunakannya untuk menyerang korban.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat, mengingat motif kejahatan yang tergolong sepele namun mengakibatkan kerugian besar bagi korban, baik dari segi fisik maupun finansial. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama para pengemudi taksi online yang rentan menjadi sasaran kejahatan serupa.
Kondisi Korban
Meskipun sudah keluar dari ICU, proses pemulihan Pujiono masih memerlukan waktu dan perawatan intensif. Tusukan yang mengenai paru-parunya menjadi tantangan utama dalam pemulihannya. Keluarga korban pun berharap agar proses hukum dapat berjalan cepat dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas tindakannya.
Perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini terus dipantau oleh pihak kepolisian dan kuasa hukum korban. Masyarakat berharap agar keadilan dapat ditegakkan, serta menjadi pelajaran bagi pihak lain agar tidak terjebak dalam tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.
Pertanyaan Umum (FAQ): Kasus Pembegalan Sopir Taksi Online di Surabaya
1. Siapa korban dalam kasus ini?
Korban adalah Pujiono, seorang sopir taksi online berusia 47 tahun, yang menjadi korban pembegalan di Jalan Gunung Anyar, Surabaya.
2. Bagaimana kondisi korban saat ini?
Meskipun Pujiono sudah keluar dari ICU, kondisinya masih memprihatinkan. Ia mengalami luka tusukan yang serius, terutama di bagian dada yang menyebabkan paru-parunya terluka dan membutuhkan alat bantu medis untuk berfungsi dengan baik.
3. Siapa pelaku pembegalan?
Pelaku pembegalan adalah Maria Livia, seorang perempuan berusia 23 tahun. Ia menggunakan pisau dapur untuk menyerang Pujiono dalam aksinya.
4. Apa motif pelaku melakukan pembegalan?
Menurut Kapolsek Gunung Anyar, Iptu S Harsya Fahron, Maria Livia melakukan tindak kejahatan ini karena membutuhkan uang untuk berlibur dan berencana bekerja di Australia.
5. Bagaimana luka yang dialami korban?
Pujiono mengalami beberapa luka tusukan di bagian leher dan dada. Tusukan yang paling parah di bagian dada menembus paru-paru, sehingga mengganggu fungsi pernapasannya.
6. Apa tindakan hukum yang diambil terhadap pelaku?
Proses hukum terhadap Maria Livia sedang berjalan. Kuasa hukum korban, Suhartono, menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan menuntut hukuman yang setimpal bagi pelaku. Keluarga pelaku juga diminta bertanggung jawab atas biaya perawatan korban.
7. Bagaimana proses pemulihan korban?
Korban masih dalam proses pemulihan dan memerlukan alat bantu medis untuk paru-parunya. Pemulihan akan memakan waktu, dan korban memerlukan perawatan medis yang intensif.
8. Apakah ada tuntutan finansial terhadap keluarga pelaku?
Ya, kuasa hukum korban meminta keluarga pelaku untuk bertanggung jawab atas biaya perawatan medis yang timbul akibat serangan tersebut.
9. Apa dampak kejadian ini terhadap masyarakat?
Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi pengemudi taksi online serta pentingnya waspada dalam bekerja. Insiden ini juga menimbulkan keprihatinan publik terhadap motif kejahatan yang dilandasi kepentingan pribadi namun berdampak besar bagi korban.
10. Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu korban?
Masyarakat diimbau untuk memberikan dukungan moral serta terus mengawal proses hukum agar korban mendapatkan keadilan yang layak.
IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS