INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Suasana haru menyelimuti konferensi pers yang digelar oleh tim pengacara Hotman Paris Hutapea di Jakarta pada Selasa (25/3/2035). Keluarga Kapolsek Negara Batin, AKP Lusiyanto, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kegundahan mereka atas lambannya penanganan kasus penembakan yang merenggut nyawa Lusiyanto.
Parwati, kakak kandung almarhum, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mendengar kabar penembakan setelah berbuka puasa pada Senin petang. Awalnya, ia mendapat informasi bahwa adiknya masih hidup, namun kabar selanjutnya menyatakan bahwa Lusiyanto telah gugur di tempat kejadian.
“Kami sudah menunggu sembilan hari, tetapi belum ada satu pun oknum TNI yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami bingung, ke mana harus mencari keadilan?” ungkap Parwati dengan suara bergetar.
Duka keluarga semakin mendalam karena hingga saat ini belum ada kepastian hukum terhadap pelaku. Padahal, kasus penembakan ini terjadi saat penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.
Parwati menambahkan bahwa adiknya dikenal sebagai sosok sederhana yang mengabdi sebagai polisi. Namun, setelah gugur dalam tugas di bulan suci Ramadan, justru beredar berbagai fitnah yang menyudutkan namanya.
“Tolong, Pak, saya menuntut keadilan untuk adik saya. Saya ingin para pelaku dihukum setimpal karena nyawa adik saya sudah tiada,” tutupnya dengan penuh harap.
Sementara itu, Hotman Paris menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat penegak hukum bertindak adil demi kejelasan kasus yang menimpa Kapolsek Negara Batin.
Pertanyaan Umum (FAQ): Kasus Penembakan Kapolsek Negara Batin oleh Oknum TNI
1. Apa yang terjadi dalam kasus penembakan Kapolsek Negara Batin, AKP Lusiyanto?
Kapolsek Negara Batin, AKP Lusiyanto, tewas dalam penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung. Ia menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI.
2. Kapan insiden ini terjadi?
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 16 Maret 2035, saat AKP Lusiyanto sedang bertugas melakukan penggerebekan di lokasi judi sabung ayam.
3. Bagaimana keluarga korban menanggapi kejadian ini?
Keluarga korban, terutama kakaknya, Parwati, mengungkapkan kesedihan mendalam dan mempertanyakan lambannya proses hukum terhadap pelaku. Mereka meminta keadilan karena hingga sembilan hari setelah kejadian, belum ada oknum TNI yang ditetapkan sebagai tersangka.
4. Apa langkah yang diambil keluarga korban?
Keluarga korban telah meminta bantuan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea untuk mengawal kasus ini agar para pelaku diadili secara adil.
5. Apa tanggapan Hotman Paris terkait kasus ini?
Hotman Paris menegaskan bahwa ia akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak adil serta transparan dalam mengusut kasus penembakan AKP Lusiyanto.
6. Apakah ada tersangka yang sudah ditetapkan?
Hingga saat ini, belum ada oknum TNI yang ditetapkan sebagai tersangka, meskipun insiden ini telah viral dan menjadi perhatian publik.
7. Bagaimana reaksi publik terhadap kasus ini?
Kasus ini menuai banyak sorotan dan kritik dari masyarakat yang menuntut transparansi dan keadilan dalam proses hukum terhadap pelaku. Banyak pihak mendukung keluarga korban dalam mencari keadilan.
8. Apa harapan keluarga korban dalam kasus ini?
Keluarga korban berharap pelaku dapat dihukum setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku, serta adanya transparansi dalam penyelidikan kasus ini.
IKUTI INDONESIAUPDATES.COM
GOOGLE NEWS | WHATSAPP CHANNEL