Kesehatan Umum

7 Penyebab Telat Menstruasi yang Wajib Diwaspadai Wanita, Stres Bisa Jadi Salah Satunya

×

7 Penyebab Telat Menstruasi yang Wajib Diwaspadai Wanita, Stres Bisa Jadi Salah Satunya

Sebarkan artikel ini
Image Credit Freepik - Penyebab telat menstruasi yang harus diwaspadai wanita.
Image Credit Freepik - Penyebab telat menstruasi yang harus diwaspadai wanita.

INDONESIAUPDATES.COM, KESEHATAN – Telat menstruasi adalah hal yang sering dialami sebagian besar wanita. Namun, terlambatnya haid ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan reproduksi. Penting bagi wanita untuk memperhatikan siklus menstruasi mereka dan waspada jika terjadi keterlambatan.

Menurut Siloam Hospital, salah satu penyebab umum telat menstruasi adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Apa Itu Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

PCOS adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita usia subur. Gejalanya berupa gangguan menstruasi dan kadar hormon androgen (hormon pria) yang berlebihan. Hormon androgen yang berlebih menyebabkan ovarium memproduksi banyak kantong cairan. Akibatnya, sel telur tidak berkembang sempurna dan tidak bisa dilepaskan secara teratur.

Penyebab Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan PCOS, yaitu kelebihan hormon insulin dan faktor genetik.

  • Hormon Insulin: Insulin berfungsi menurunkan kadar gula darah. Kadar insulin yang berlebihan dapat meningkatkan produksi hormon androgen, sehingga menurunkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

  • Faktor Genetik: Salah satu anggota keluarga yang menderita PCOS dapat meningkatkan risiko terkena PCOS.

Siklus Menstruasi Normal

Menstruasi atau haid adalah siklus bulanan yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Hal ini terjadi karena organ reproduksi wanita sedang mempersiapkan kehamilan. Proses ini melibatkan penebalan endometrium (dinding rahim) dan pelepasan sel telur dari indung telur.

Siklus menstruasi wanita berbeda-beda tergantung kondisi tubuhnya. Dalam kondisi normal, siklus menstruasi terjadi antara 21-35 hari , dihitung sejak hari pertama haid terakhir hingga datangnya menstruasi berikutnya. Jika Anda tidak haid lebih dari 35 hari, itu bisa dianggap sebagai keterlambatan menstruasi. Dalam kondisi ini, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan.

Penyebab Wanita Telat Menstruasi

Berikut beberapa penyebab telat menstruasi yang perlu diketahui wanita:

  1. Stres: Saat stres, produksi hormon gonadotropin dan kinerja hipotalamus terganggu. Hipotalamus adalah bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Dengan demikian, stres bisa menjadi pemicu utama wanita mengalami telat menstruasi.

  2. Hormon Prolaktin Berlebih: Hormon prolaktin dihasilkan kelenjar pituitari dan meningkat selama masa menyusui. Namun, peningkatan hormon prolaktin secara berlebihan dapat mempengaruhi kerja hormon lain seperti estrogen dan progesteron, sehingga menstruasi menjadi terlambat.

  3. Obesitas: Berat badan berlebih atau obesitas dapat mempengaruhi siklus menstruasi wanita. Pasalnya, berat badan berlebih meningkatkan kadar hormon estrogen dalam tubuh, sehingga proses pelepasan sel telur menjadi tidak teratur.

  4. Gangguan Tiroid: Gangguan tiroid dapat mengganggu keseimbangan hormon tiroid dalam tubuh sehingga mempengaruhi siklus menstruasi. Selain itu, gangguan tiroid juga dapat menyebabkan **kelelahan, perubahan berat badan drastis, hingga sensitif terhadap suhu dingin atau panas.

  5. Penyakit Kronis: Telat menstruasi juga bisa dipicu oleh penyakit kronis seperti diabetes. Diabetes dapat menyebabkan kadar gula darah tidak stabil hingga mempengaruhi perubahan hormon. Selain diabetes, penyakit Celiac juga dapat menjadi salah satu faktor wanita mengalami telat menstruasi. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan dan kerusakan jaringan pada usus kecil, sehingga sistem pencernaan tidak mampu menyerap nutrisi dan menyebabkan haid terlambat.

  6. Menopause Dini: Menopause dini terjadi ketika ovarium berhenti bekerja meski wanita belum berusia 40 tahun. Kondisi ini mengakibatkan berhentinya proses ovulasi yang ditandai dengan gejala menstruasi yang terlambat.

  7. Penggunaan Kontrasepsi Hormonal: Pil KB, KB Implan, dan suntik KB menghambat proses pelepasan sel telur dalam rahim. Sehingga wanita yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal tersebut dapat mengalami ketidakteraturan siklus haid.

Kesimpulan

Telat menstruasi bisa menjadi hal yang normal tetapi juga bisa menjadi tanda


Pertanyaan Umum ‘FAQ’: Penyebab Telat Menstruasi


Berdasarkan artikel tersebut, berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering ditanyakan (FAQ) tentang telat menstruasi:

Q: Apa saja penyebab umum telat menstruasi?

A: Beberapa penyebab umum telat menstruasi termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), stres, ketidakseimbangan hormon (seperti hormon prolaktin berlebih), obesitas, gangguan tiroid, penyakit kronis (seperti diabetes dan Celiac disease), menopause dini, dan penggunaan kontrasepsi hormonal.

Q: Berapa lama siklus menstruasi normal?

A: Siklus menstruasi normal wanita biasanya berkisar antara 21-35 hari, dihitung sejak hari pertama haid terakhir hingga datangnya menstruasi berikutnya.

Q: Kapan saya harus periksa ke dokter karena telat menstruasi?

A: Disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan jika Anda tidak haid lebih dari 35 hari atau mengalami keterlambatan menstruasi yang sering terjadi.

Q: Apakah stres benar-benar dapat menyebabkan telat menstruasi?

A: Ya. Stres dapat mengganggu produksi hormon dan kinerja hipotalamus, yang keduanya berperan dalam mengatur siklus menstruasi.

Q: Bagaimana obesitas dapat memengaruhi menstruasi?

A: Berat badan berlebih dapat meningkatkan kadar hormon estrogen dalam tubuh, sehingga proses pelepasan sel telur menjadi tidak teratur dan bisa menyebabkan telat menstruasi.

Q: Apakah penggunaan kontrasepsi hormonal selalu menyebabkan telat menstruasi?

A: Tidak selalu. Namun, kontrasepsi hormonal seperti pil KB, KB Implan, dan suntik KB dapat menyebabkan ketidakteraturan siklus haid karena fungsinya menghambat proses pelepasan sel telur.

Q: Apa yang harus saya lakukan jika saya mengalami telat menstruasi?

A: Jika Anda mengalami telat menstruasi, pertama coba untuk mengingat kembali kapan terakhir kali Anda haid dan perhatikan apakah ada gejala lain yang Anda alami. Jika Anda khawatir atau mengalami keterlambatan yang terus-menerus, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS