INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Warga Surabaya digemparkan oleh penemuan dua sejoli yang ditemukan tewas di dalam sebuah mobil minibus hitam di tepi Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur. Hingga saat ini, penyebab kematian kedua korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kedua korban diketahui bernama Hari Aditya (26), warga Jalan Simo Sidomulyo, dan Vitria (23), warga Jalan Kedung Baruk, Surabaya. Mereka ditemukan tak bernyawa di kursi depan mobil dengan kondisi mesin dan AC masih menyala serta pintu dan jendela tertutup rapat.
“Saat ditemukan, korban laki-laki berada di kursi pengemudi dalam posisi setengah tidur dengan kaki tertekuk di bawah kemudi, sementara korban perempuan bersandar di pintu samping,” ungkap Wakapolsek Gubeng, AKP Djoko Soesanto, Kamis (3/4/2025).
Dugaan Penyebab Kematian
Tim Resmob Polsek Gubeng dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan dari warga. Sejumlah barang bukti, termasuk mobil, telepon genggam, tas, dan minuman kemasan, telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Meski penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum dari RSUD dr Soetomo, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan keracunan karbon monoksida (CO). Karbon monoksida adalah gas beracun yang dapat menumpuk di dalam kabin kendaraan jika ventilasi buruk atau terjadi kebocoran pada sistem pembuangan gas buang.
“Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian kedua korban. Dugaan sementara mengarah pada keracunan gas karbon monoksida, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan,” tambah AKP Djoko.
Imbauan untuk Masyarakat
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menyalakan mesin kendaraan dalam kondisi tertutup rapat. Karbon monoksida yang dihasilkan oleh mesin kendaraan dapat menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen), yang bisa berujung pada kehilangan kesadaran hingga kematian.
Polisi mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan mesin mobil dalam kondisi tertutup tanpa sirkulasi udara yang memadai. Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap sistem pembuangan gas kendaraan juga diperlukan untuk mencegah kebocoran yang dapat membahayakan nyawa.
Hingga kini, penyelidikan kasus ini masih berlangsung. Polisi akan terus menggali informasi guna mengungkap penyebab pasti kematian dua sejoli tersebut.
Pertanyaan Umum FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa yang menyebabkan dua sejoli ini tewas di dalam mobil?
Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada keracunan karbon monoksida (CO) akibat ventilasi kendaraan yang buruk.
2. Bagaimana kondisi korban saat ditemukan?
Korban laki-laki ditemukan di kursi pengemudi dengan posisi setengah tidur dan kaki tertekuk di bawah kemudi, sementara korban perempuan bersandar di pintu samping.
3. Apakah ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban?
Belum ada laporan resmi terkait tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian akan dipastikan melalui autopsi di RSUD dr Soetomo.
4. Apa itu keracunan karbon monoksida?
Keracunan karbon monoksida terjadi ketika seseorang menghirup gas CO dalam jumlah besar. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, serta dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran hingga kematian jika terhirup dalam waktu lama.
5. Bagaimana cara mencegah kejadian serupa?
Hindari menyalakan mesin mobil dalam kondisi tertutup tanpa ventilasi yang memadai. Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin pada sistem pembuangan gas kendaraan untuk mencegah kebocoran yang berbahaya.
IKUTI INDONESIAUPDATES.COM
GOOGLE NEWS | WHATSAPP CHANNEL