Indonesia Updates
SemarangBeritaJawa TengahNasional

Polda Jateng Selidiki Kematian Dr. Aulia Risma, 10 Teman Diperiksa dan Bukti Invoice Diterima

×

Polda Jateng Selidiki Kematian Dr. Aulia Risma, 10 Teman Diperiksa dan Bukti Invoice Diterima

Sebarkan artikel ini
Image Credit Dok. Undip - dr. Aulia Risma Lestari.
Image Credit Dok. Undip - dr. Aulia Risma Lestari.

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Polda Jawa Tengah terus melakukan penyelidikan terkait kematian dr. Aulia Risma, seorang dokter yang juga merupakan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 17 saksi yang terdiri dari keluarga, teman-teman korban, serta pejabat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jateng, mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini berkaitan dengan pengaduan yang diajukan oleh keluarga korban, yang mencakup dugaan perundungan dan pemerasan terhadap dr. Aulia. Artanto menyebutkan bahwa saat ini pihak kepolisian sedang melakukan klarifikasi dan sinkronisasi data serta keterangan dari saksi-saksi untuk mengumpulkan bukti yang valid guna melanjutkan proses penyelidikan.

Keluarga dr. Aulia telah menyerahkan berbagai barang bukti kepada pihak kepolisian, termasuk invoice pemesanan, dokumen perkuliahan, dan screenshot percakapan di WhatsApp. Meskipun Artanto mengonfirmasi bahwa ada nominal terkait pemerasan dalam bukti tersebut, ia belum bisa mengungkapkan jumlah pastinya.

Terkait kemungkinan pemeriksaan terhadap Dekan Fakultas Kedokteran atau Kepala Program Studi Anestesi, Artanto menyatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan jika diperlukan. Penentuan siapa yang akan diperiksa selanjutnya akan bergantung pada dinamika penyidikan yang sedang berlangsung.

Dr. Aulia Risma ditemukan meninggal dunia pada 12 Agustus di kamar kosnya. Ia bekerja di RSUD Kardinah Tegal dan sedang menjalani pendidikan spesialis anestesi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kemenkes telah menghentikan program studi anestesi di RSUP Dr. Kariadi Semarang karena adanya dugaan perundungan, meskipun Universitas Diponegoro membantah tuduhan tersebut. Pada 4 September, keluarga dr. Aulia melaporkan sejumlah senior korban ke Polda Jateng dengan tuduhan pemerasan, pengancaman, dan intimidasi, disertai bukti berupa chat dan rekening korban.

BACA :   Momen Bersejarah: Prabowo dan Modi Tandatangani Lima MoU Pererat Kerja Sama Indonesia-India

Pertanyaan Umum (FAQ): Kasus Kematian Dr. Aulia Risma


1. Apa yang terjadi dengan dr. Aulia Risma? Dr. Aulia Risma ditemukan meninggal dunia pada 12 Agustus di kamar kosnya. Ia adalah dokter di RSUD Kardinah Tegal dan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro.

2. Apa penyebab kematian dr. Aulia Risma? Penyebab kematian dr. Aulia Risma masih dalam penyelidikan Polda Jawa Tengah. Keluarga korban mengadukan adanya dugaan perundungan dan pemerasan yang mungkin berkontribusi terhadap kematiannya.

3. Apa saja yang telah dilakukan oleh Polda Jateng dalam kasus ini? Polda Jateng telah memeriksa 17 saksi, termasuk keluarga, teman-teman korban, dan pejabat dari Kemenkes dan Kemendikbud Ristek. Selain itu, pihak kepolisian telah menerima berbagai barang bukti dari keluarga korban.

4. Barang bukti apa saja yang telah diserahkan oleh keluarga korban? Keluarga korban telah menyerahkan berbagai barang bukti, termasuk invoice pemesanan, dokumen perkuliahan, dan screenshot percakapan di WhatsApp.

BACA :   Program Cek Kesehatan Gratis (CKG): Inisiatif Pemerintah untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Indonesia

5. Apakah ada dugaan pemerasan atau perundungan dalam kasus ini? Ya, keluarga korban telah melaporkan adanya dugaan pemerasan dan perundungan yang diduga dialami dr. Aulia. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan klarifikasi pihak kepolisian.

6. Apakah pihak universitas atau rumah sakit akan diperiksa? Pihak universitas dan rumah sakit dapat diperiksa jika diperlukan, tergantung pada hasil penyidikan dan dinamika kasus. Polda Jateng masih memfokuskan pemeriksaan terhadap teman-teman dr. Aulia dan saksi lainnya terlebih dahulu.

7. Apa yang dilakukan Kemenkes dan UNDIP terkait kasus ini? Kemenkes telah menghentikan program studi anestesi di RSUP Dr. Kariadi Semarang terkait dugaan perundungan. Namun, Universitas Diponegoro membantah tuduhan perundungan terhadap dr. Aulia.

8. Apa langkah selanjutnya dalam penyelidikan kasus ini? Penyidik Polda Jateng akan melanjutkan klarifikasi dan sinkronisasi data dari saksi serta bukti-bukti yang ada. Penentuan siapa yang akan diperiksa selanjutnya akan bergantung pada hasil penyidikan dan dinamika kasus.

9. Bagaimana jika masyarakat ingin mengetahui perkembangan terbaru kasus ini? Untuk perkembangan terbaru, masyarakat dapat mengikuti berita melalui media massa dan pernyataan resmi dari Polda Jateng. Pihak kepolisian akan memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan penyidikan.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS


 

Image Credit AP - Anggota tim pencarian dan penyelamatan China memindahkan seorang korban dari gedung yang runtuh setelah gempa Myanmar di Mandalay, Senin, 31 Maret 2025.
Myanmar

INDONESIAUPDATES.COM, INTERNASIONAL – Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama sepekan, mulai Senin (31/3/2025), menyusul gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara tersebut. Gempa bermagnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada Jumat (28/3/2025)…