Indonesia Updates
BojonegoroBeritaJawa TimurNasional

Tekad Mengantarkan ke Baitullah: Kisah Pasutri Bojonegoro Menabung dari Hasil Parkir untuk Berhaji

×

Tekad Mengantarkan ke Baitullah: Kisah Pasutri Bojonegoro Menabung dari Hasil Parkir untuk Berhaji

Sebarkan artikel ini
Image Credit Farusma Okta Verdian/Kumparan.com - Muntahir dan Siti, pasangan suami istri inspiratif asal Bojonegoro, wujudkan mimpi haji dari hasil kerja keras mereka sebagai penjaga parkir motor.
Image Credit Farusma Okta Verdian/Kumparan.com - Muntahir dan Siti, pasangan suami istri inspiratif asal Bojonegoro, wujudkan mimpi haji dari hasil kerja keras mereka sebagai penjaga parkir motor.

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Di antara ribuan jemaah haji Indonesia yang berangkat tahun ini, terdapat kisah inspiratif dari pasangan suami istri asal Bojonegoro, Jawa Timur. Muntahir Somoradijo (82 tahun) dan Siti Marmah (72 tahun) mewujudkan impian suci mereka untuk menunaikan ibadah haji, hasil dari kerja keras dan keikhlasan mereka selama bertahun-tahun.

Muntahir dan Siti bukanlah berasal dari keluarga berada. Mereka bergantung pada usaha sewa lahan parkir motor di depan rumah mereka yang terletak di Desa Jetak, Bojonegoro. Penghasilan mereka pun tak menentu, “Kadang sepi kadang ramai,” ujar Siti. “Kalau ramai ya bisa Rp 100 ribu sehari, kadang ya Rp 50 ribu, kadang Rp 75 ribu,” lanjutnya.

Namun keterbatasan ekonomi tak menghalangi tekad kuat mereka. Sejak tahun 2012, Muntahir dan Siti dengan gigih menyisihkan sebagian rejeki yang mereka peroleh. “Ada sisanya (uang dari sewa lahan parkir) ya ditabung, buat makan kalau ada sisanya. Enggak mesti (nominal setiap tabungannya), kalau nggak ada ya nggak,” tutur Siti.

BACA :   Suami Cemburu Buta, Bunuh Istri dan Lukai Mertua di Minsel

Tak hanya untuk biaya haji, Muntahir dan Siti juga memiliki kebiasaan mulia lainnya. Mereka rutin menyisihkan uang untuk infak, terutama kepada anak yatim dan warga yang membutuhkan. “Ada sisanya ditabung. Infaknya saya bagi-bagikan ke anak-anak. Pokoknya kalau ada orang yang enggak punya atau anak yatim gitu. Terus setiap bulan infaknya, setiap bulan disisihkan,” kata Siti.

Dengan semangat pantang menyerah dan keikhlasan, akhirnya pada tahun 2024, Muntahir dan Siti berhasil mewujudkan impian mereka untuk berangkat haji. Momen ini menjadi bukti bahwa ketekunan dan niat yang kuat, mampu mengantarkan seseorang meraih mimpi setinggi apapun, tak peduli seberapa sederhana penghasilan mereka.

Kisah inspiratif Muntahir dan Siti menjadi motivasi bagi banyak orang. Mereka mengajarkan bahwa kerja keras, hidup hemat, dan tak lupa berbagi rezeki, dapat menjadi jalan untuk meraih kebahagiaan dan keberkahan, termasuk keberkahan menunaikan ibadah haji.


Pertanyaan Umum (FAQ): Pasutri Bojonegoro Raih Mimpi Berhaji dari Uang Parkir Motor


Q: Bagaimana Muntahir dan Siti bisa mengumpulkan biaya haji?

BACA :   Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Pemilik Bengkel di Cirebon, Motif Ekonomi

A: Mereka menabung dari hasil usaha sewa lahan parkir motor di depan rumah mereka. Penghasilan mereka tidak menentu, namun mereka tetap menyisihkan sebagian uangnya secara rutin sejak tahun 2012.

Q: Apakah Muntahir dan Siti hanya menabung untuk biaya haji?

A: Tidak. Mereka juga memiliki kebiasaan mulia untuk menyisihkan uang untuk infak, terutama kepada anak yatim dan warga yang membutuhkan.

Q: Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Muntahir dan Siti?

A: Kisah mereka mengajarkan tentang kerja keras, hidup hemat, dan pentingnya berbagi rezeki. Ini menunjukkan bahwa dengan tekad yang kuat dan keikhlasan, mimpi apapun bisa diraih.

Q: Apakah ada tips untuk menabung biaya haji?

A: Meskipun Muntahir dan Siti tidak memberikan tips khusus, kita bisa belajar dari mereka untuk:

  • Menabung secara rutin, meskipun dengan nominal yang kecil.
  • Hidup hemat dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
  • Mencari penghasilan tambahan jika memungkinkan.

IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS