Indonesia Updates
InternasionalBerita

Sidang UNSC Memanas: Kritik Pedas Terhadap ICC Atas Ketidaktegasan dalam Kasus Gaza

×

Sidang UNSC Memanas: Kritik Pedas Terhadap ICC Atas Ketidaktegasan dalam Kasus Gaza

Sebarkan artikel ini
Image Credit AFP - bahasa indonesia ChatGPT Jaksa Penuntut Utama ICC, Karim Asad Ahmad Khan, menghadapi kritik keras dari anggota Dewan Keamanan PBB karena tidak mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait dugaan pembantaian di Gaza.
Image Credit AFP - bahasa indonesia ChatGPT Jaksa Penuntut Utama ICC, Karim Asad Ahmad Khan, menghadapi kritik keras dari anggota Dewan Keamanan PBB karena tidak mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait dugaan pembantaian di Gaza.

INDONESIAUPDATES.COM, INTERNATIONAL – Sidang Dewan Keamanan PBB (UNSC) hari ini diwarnai kritik pedas terhadap Jaksa Utama Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Karim Asad Ahmad Khan, atas lambatnya tindakan dalam menangani pembantaian di Jalur Gaza. Kritik ini datang dari beberapa anggota UNSC yang mempertanyakan mengapa ICC belum mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Utusan Libya, Taher M. El-Sonni, memimpin kritik dengan menyamakan situasi di Gaza dengan Holocaust dan mendesak ICC untuk bertindak tegas. “Dunia ingin Anda menemukan mereka yang terlibat dalam kuburan massal, kejahatan besar terhadap anak-anak, genosida, dan pembersihan etnis yang dilakukan dalam ‘Holocaust’ abad ke-21 seperti pembantaian di Gaza,” kata El-Sonni.

Wakil Duta Besar Aljazair, Nacim Gaouaoui, menekankan pentingnya supremasi hukum dan mendesak ICC untuk menangani situasi di Gaza dengan serius. Gaouaoui juga mengkritik tekanan politik yang dihadapi ICC dan menekankan perlunya independensi dan netralitas dalam menangani semua kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia, berbeda pandangan. Nebenzia menuduh ICC sebagai alat politik Barat dan mempertanyakan kurangnya tindakan terhadap Palestina sejak 2015. Ia juga menyinggung seruan Kongres Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi terhadap ICC jika menyelidiki individu dari AS dan negara-negara sekutunya.

BACA :   10 Siswa SMK Lingga Kencana Meninggal dalam Kecelakaan Maut, Warga Subang Gelar Salat Gaib

Kritik keras ini mencerminkan ketidakpuasan global terhadap kinerja ICC dan memicu harapan agar ICC dapat bertindak tegas dan adil terhadap semua pelanggaran hak asasi manusia, tanpa pandang bulu atau tekanan politik.

Kasus Gaza menjadi fokus utama kritik, karena ICC belum mengambil tindakan yang signifikan sejak 2015 ketika Palestina mengajukan permintaan untuk menyelidiki kejahatan perang yang diduga dilakukan oleh Israel. Kritik ini mendorong ICC untuk menunjukkan komitmennya terhadap keadilan dan akuntabilitas dalam menangani semua kasus pelanggaran hak asasi manusia, termasuk yang terjadi di Gaza.

Sidang UNSC ini menjadi momen penting bagi ICC untuk menunjukkan kredibilitas dan efektivitasnya. Aksi dan tanggapan ICC dalam menangani kritik ini akan menentukan masa depan pengadilan dan perannya dalam menegakkan keadilan global.


Pertanyaan Umum (FAQ): Kritik UNSC terhadap Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)


Q: Mengapa UNSC mengkritik ICC?

BACA :   Kecelakaan Bus PO Putera Fajar di Subang, 9 Meninggal Dunia dan Puluhan Luka-Luka

A: UNSC mengkritik ICC karena belum mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap mereka yang diduga bertanggung jawab atas pembantaian di Jalur Gaza.

Q: Kritik apa yang diajukan oleh Utusan Libya?

A: Utusan Libya, Taher M. El-Sonni, membandingkan situasi di Gaza dengan Holocaust dan mendesak ICC untuk berani mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pejabat Israel yang diduga melakukan genosida terhadap warga Palestina.

Q: Apa harapan negara-negara terhadap ICC?

A: Negara-negara anggota UNSC mengharapkan ICC mengambil tindakan yang lebih serius dan adil dalam menangani semua kasus pelanggaran hak asasi manusia, termasuk yang terjadi di Gaza.

Q: Bagaimana tanggapan Rusia terhadap kritik terhadap ICC?

A: Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia, menuduh ICC sebagai alat politik Barat dan mempertanyakan kurangnya tindakan terhadap Palestina sejak 2015.

Q: Apa dampak dari kritik ini terhadap ICC?

A: Kritik ini meningkatkan tekanan pada ICC untuk membuktikan independensinya dan keadilannya dalam menangani kasus pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS