Indonesia Updates
JakartaBeritaNasional

Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Kasus Vina Cirebon

×

Presiden Jokowi Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Kasus Vina Cirebon

Sebarkan artikel ini
Image Credit Sekretariat Presiden - Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Image Credit Sekretariat Presiden - Presiden Joko Widodo (Jokowi).

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Kuasa hukum keluarga Vina, Hotman Paris Hutapea, mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membentuk tim pencari fakta dalam penyelidikan kasus pembunuhan Vina di Cirebon. Hotman menekankan pentingnya tim ini untuk mengungkap fakta-fakta dari kurun waktu 2016 hingga sekarang.

“Kami mengimbau kepada Bapak Presiden Jokowi agar membentuk tim pencari fakta dari kalangan yang netral, terutama dari para ahli hukum pidana dari universitas, untuk menyelidiki fakta sebenarnya dari tahun 2016 sampai sekarang,” kata Hotman dalam konferensi pers yang diadakan hari ini.

Hotman menegaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian saat ini tidak cukup untuk mengungkap seluruh kebenaran kasus tersebut. Ia mengkritik penyelidikan yang hanya terfokus pada tersangka Pegi Setiawan, dan mendesak agar tim pencari fakta yang netral dilibatkan untuk mengusut kasus pembunuhan Eki dan Vina secara menyeluruh.

“Tim pencari fakta ini akan bertugas untuk menyelidiki fakta sebenarnya dan setelah terkumpul nanti baru diserahkan kepada penyidik untuk dilanjutkan ke kejaksaan dan persidangan,” jelas Hotman.

Selain itu, Hotman meminta agar penyidikan kasus pembunuhan Vina dengan tersangka Pegi Setiawan ditunda sementara. Menurutnya, membawa kasus ini langsung ke pengadilan akan menghalangi pengungkapan motif dan fakta yang sebenarnya.

“Setelah mengamati perkembangan penyidikan, walaupun nanti perkara ini dibawa ke pengadilan dengan Pegi sebagai tersangka, motif dan fakta sebenarnya secara keseluruhan dalam kasus ini tidak akan terbongkar,” ujar Hotman.

Hotman juga mengungkapkan bahwa jaksa hanya akan berpatokan pada hukum acara pidana formil yang menyatakan bahwa dua alat bukti cukup untuk mendakwa Pegi. Ia khawatir, jika Pegi segera disidangkan, maka pengusutan terhadap dua daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus ini tidak akan pernah ditindaklanjuti.

BACA :   Semangat Haji! 1.957 Warga Kota Semarang Berangkat ke Tanah Suci

“Jadi, kami berpendapat bahwa kasus ini sebaiknya penyelidikannya ditunda sementara dulu. Kami tidak menyatakan kasus ini dihentikan, justru kami ingin kasus ini terbongkar secara keseluruhan,” tutup Hotman.

Kasus pembunuhan Vina di Cirebon telah menarik perhatian publik, dan desakan dari pihak keluarga serta kuasa hukum mereka diharapkan dapat mendorong penyelidikan yang lebih menyeluruh dan transparan. Dengan pembentukan tim pencari fakta yang netral, diharapkan keadilan bagi Vina dan keluarganya dapat terwujud.


Pertanyaan Umum (FAQ) – Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon


1. Apa yang diminta oleh kuasa hukum keluarga Vina kepada Presiden Jokowi? Kuasa hukum keluarga Vina, Hotman Paris Hutapea, meminta Presiden Jokowi untuk membentuk tim pencari fakta yang netral dalam penyelidikan kasus pembunuhan Vina di Cirebon. Tim ini diharapkan terdiri dari para ahli hukum pidana dari universitas untuk menyelidiki fakta-fakta dari tahun 2016 hingga sekarang.

2. Mengapa diperlukan tim pencari fakta yang netral? Tim pencari fakta yang netral diperlukan karena penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian saat ini dianggap tidak cukup untuk mengungkap seluruh kebenaran kasus tersebut. Penyelidikan saat ini hanya terfokus pada tersangka Pegi Setiawan, sehingga dibutuhkan penyelidikan yang lebih menyeluruh dan netral.

3. Apa saja tugas dari tim pencari fakta yang diusulkan? Tim pencari fakta diusulkan untuk menyelidiki fakta sebenarnya dari kasus pembunuhan Vina dan Eki. Setelah fakta-fakta terkumpul, hasil penyelidikan tersebut akan diserahkan kepada penyidik untuk dilanjutkan ke kejaksaan dan persidangan.

BACA :   Diduga Korupsi Dana BKK, Empat Kades di Bojonegoro Ditangkap Polda Jatim

4. Apa alasan Hotman Paris meminta penundaan penyidikan kasus? Hotman Paris meminta penundaan sementara penyidikan kasus pembunuhan Vina dengan tersangka Pegi Setiawan karena ia khawatir bahwa jika kasus ini langsung dibawa ke pengadilan, motif dan fakta yang sebenarnya tidak akan terbongkar sepenuhnya. Ia percaya bahwa jaksa hanya akan berpatokan pada hukum acara pidana formil yang menyatakan bahwa dua alat bukti cukup untuk mendakwa Pegi.

5. Apa dampak dari segera disidangkannya Pegi Setiawan? Jika Pegi Setiawan segera disidangkan, pengusutan terhadap dua daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus ini tidak akan pernah ditindaklanjuti, menurut Hotman Paris. Hal ini akan menghalangi pengungkapan motif dan fakta yang sebenarnya secara keseluruhan.

6. Apakah penundaan penyidikan berarti kasus ini dihentikan? Tidak, Hotman Paris tidak meminta agar kasus ini dihentikan. Justru, ia ingin kasus ini diusut secara menyeluruh dan semua fakta terungkap dengan jelas.

7. Bagaimana respon publik terhadap desakan pembentukan tim pencari fakta ini? Kasus pembunuhan Vina di Cirebon telah menarik perhatian publik luas. Desakan dari pihak keluarga serta kuasa hukum mereka diharapkan dapat mendorong penyelidikan yang lebih menyeluruh dan transparan, demi tercapainya keadilan bagi Vina dan keluarganya.

8. Apa yang diharapkan dari pembentukan tim pencari fakta? Diharapkan, dengan pembentukan tim pencari fakta yang netral, kebenaran mengenai kasus pembunuhan Vina dan Eki dapat terungkap sepenuhnya dan keadilan dapat ditegakkan. Tim ini diharapkan bisa memberikan pandangan yang objektif dan komprehensif mengenai kasus ini.


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS