Indonesia Updates
MojokertoBeritaJawa TimurNasional

Polwan Bakar Suami di Mojokerto: Tersangka Trauma, Diduga Dipicu Persoalan Gaji

×

Polwan Bakar Suami di Mojokerto: Tersangka Trauma, Diduga Dipicu Persoalan Gaji

Sebarkan artikel ini
Image Credit Humas Polres Jombang - Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan.
Image Credit Humas Polres Jombang - Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan.

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Tragedi memilukan menimpa rumah tangga pasangan anggota Polri di Mojokerto, Jawa Timur. Briptu FN, seorang Polwan yang berdinas di Polres Mojokerto Kota, diduga membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW), di kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto pada Sabtu pagi (8/6/2024). Akibat kejadian ini, Briptu RDW mengalami luka bakar serius dan meninggal dunia pada Minggu siang (9/6/2024).

Kronologi Kejadian:

Menurut keterangan awal, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada hari Sabtu. Diduga, pemicu utama adalah perselisihan rumah tangga. Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel Somanusa Marunduri, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendalami kronologi lengkap kejadiannya.

Motif Persoalan Gaji:

Beberapa sumber menyebutkan bahwa motif di balik tragedi ini diduga terkait dengan persoalan gaji. Diduga, Briptu FN kesal karena gaji ke-13 suaminya berkurang. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kepala Desa tempat tinggal Briptu FN yang menyebut bahwa sang Polwan sering cekcok dengan suaminya perihal gaji.

Tersangka Trauma dan Ditetapkan Tersangka:

Briptu FN, yang saat ini ditahan oleh penyidik, dikabarkan mengalami trauma mendalam pasca kejadian. Dirmanto, Kabid Humas Polda Jatim, mengungkapkan bahwa meskipun dalam kondisi trauma, proses hukum tetap berjalan dan Briptu FN telah ditetapkan sebagai tersangka.

BACA :   Kecelakaan Maut di Tol Cipularang Tewaskan 3 Pemuda Asal Jakarta, Diduga Sopir Mengantuk

Pasal yang Disangkakan:

Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim menjerat Briptu FN dengan pasal KDRT (Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Penetapan pasal ini didasarkan pada hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, dan bukti-bukti yang dikumpulkan.

Kematian Korban:

Briptu Rian Dwi Wicaksono, yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto karena menderita luka bakar 96%, menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu siang pukul 12.55 WIB.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang bahaya KDRT. Permasalahan rumah tangga seyogyanya diselesaikan dengan cara yang konstruktif dan damai, bukan dengan kekerasan.

Sumber:


Pertanyaan Umum (FAQ): Tragedi Polwan Bakar Suami di Mojokerto


Q: Apa yang terjadi di Mojokerto?

A: Seorang Polwan, Briptu FN, diduga membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW), di kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto pada Sabtu (8/6/2024). Akibat luka bakar parah, Briptu RDW meninggal dunia pada Minggu (9/6/2024).

BACA :   Harun Masiku Menyamar Jadi Guru Bahasa Inggris: Kisah Perburuan dan Kontroversi yang Mengiringi

Q: Apa motif di balik kejadian ini?

A: Pihak kepolisian masih mendalami motif kejadian. Namun, beberapa sumber menyebutkan dugaan persoalan gaji sebagai pemicu, di mana Briptu FN kesal karena gaji ke-13 suaminya berkurang.

Q: Bagaimana kondisi tersangka saat ini?

A: Briptu FN ditahan oleh polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu, ia dikabarkan mengalami trauma mendalam pasca kejadian.

Q: Apa pasal yang disangkakan kepada tersangka?

A: Tersangka dijerat dengan pasal KDRT (Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Q: Bagaimana dengan kondisi korban?

A: Briptu RDW mengalami luka bakar 96% dan meninggal dunia di rumah sakit setelah menjalani perawatan intensif.

Q: Apakah ada upaya pencegahan KDRT yang bisa dilakukan?

A: KDRT adalah masalah serius. Beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

  • Komunikasi terbuka dan jujur antar pasangan.
  • Kelola emosi dengan baik.
  • Cari solusi masalah secara bersama-sama.
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional (konselor pernikahan, psikolog) jika diperlukan.
  • Melaporkan kepada pihak berwajib jika terjadi KDRT.

IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS