Indonesia Updates
MojokertoBeritaJawa TimurNasional

Polwan Bakar Suami di Mojokerto Diduga Karena Judi Online, Anak-Anak Trauma dan Terancam Kehilangan Ibu

×

Polwan Bakar Suami di Mojokerto Diduga Karena Judi Online, Anak-Anak Trauma dan Terancam Kehilangan Ibu

Sebarkan artikel ini
Image Credit Istimewa - Briptu Fadhilatun Nikmah di Mojokerto, Jawa Timur bakar suami, Rian Dwi Wicaksono.
Image Credit Istimewa - Briptu Fadhilatun Nikmah di Mojokerto, Jawa Timur bakar suami, Rian Dwi Wicaksono.

INDONESIAUPDATES.COM, NASIONAL – Tragedi memilukan menimpa keluarga Briptu Rian Dwi Wicaksono dan Briptu Fadhilatun Nikmah di Mojokerto, Jawa Timur. Briptu Fadhilatun Nikmah, seorang Polwan, tega membakar suaminya hingga meninggal dunia pada Sabtu (8/6/2024). Diduga motifnya adalah dendam kesumat karena sang suami ketahuan kecanduan judi online dan menghabiskan uang keluarga.

Kronologi Kejadian:

Peristiwa tragis ini berawal dari percekcokan antara Briptu Fadhilatun Nikmah dan Briptu Rian Dwi Wicaksono di rumah mereka pada Sabtu (8/6/2024). Percekcokan ini diduga dipicu oleh kebiasaan Briptu Rian Dwi Wicaksono bermain judi online dan menghabiskan uang keluarga. Dalam keadaan emosi, Briptu Fadhilatun Nikmah kemudian menyiramkan bensin ke tubuh suaminya dan membakarnya.

Korban Meninggal Dunia:

Akibat kejadian tersebut, Briptu Rian Dwi Wicaksono mengalami luka bakar hingga 90 persen dan meninggal dunia di rumah sakit pada Minggu (9/6/2024).

Tersangka Ditahan dan Terancam Hukuman Berat:

Briptu Fadhilatun Nikmah telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Jawa Timur. Ia dijerat dengan pasal KDRT dan terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

BACA :   Mahasiswa Cirebon Kembali Gelar Demo Tuntut Keadilan untuk Vina dan Eky, Soroti Peran Iptu Rudiana

Dampak Psikologis Anak-Anak:

Tragedi ini tak hanya berdampak pada Briptu Fadhilatun Nikmah dan Briptu Rian Dwi Wicaksono, tetapi juga pada ketiga anak mereka yang masih balita. Anak-anak tersebut kini mengalami trauma dan terancam kehilangan ibu karena Briptu Fadhilatun Nikmah ditahan.

Pendampingan Psikologis Diberikan:

Psikolog memberikan pendampingan kepada Briptu Fadhilatun Nikmah, keluarga korban, dan ketiga anak mereka untuk membantu mereka melewati masa sulit ini.

Kasus Ini Menjadi Pengingat:

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang bahaya KDRT dan judi online. KDRT adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan dapat membawa dampak buruk bagi korban dan keluarga. Judi online juga dapat merusak hubungan keluarga dan membawa masalah keuangan.

Sumber:


Pertanyaan Umum (FAQ): Tragedi Polwan Bakar Suami di Mojokerto


Q: Apa yang terjadi di Mojokerto?

A: Seorang Polwan, Briptu FN, diduga membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW), di rumah mereka karena diduga sering berjudi online dan menghabiskan uang belanja keluarga. Briptu RDW mengalami luka bakar serius dan meninggal dunia.

BACA :   Pemuda di Sukabumi Tega Bunuh Ibu Kandung dengan Garpu Tanah, Motif Masih Misterius

Q: Apa dampak dari kejadian ini?

A: Tragedi ini menimbulkan banyak dampak, diantaranya:

  • Kematian Briptu RDW akibat luka bakar.
  • Tersangka KDRT – Briptu FN ditahan dan terancam hukuman penjara.
  • Trauma pada Anak-anak – Ketiga anak balita pasangan tersebut mengalami trauma dan terancam kehilangan ibu.

Q: Bagaimana dengan anak-anak korban?

A: Ketiga anak tersebut saat ini dalam pendampingan psikolog untuk mengatasi trauma yang dialami.

Q: Apakah judi online dilarang di Indonesia?

A: Ya, perjudian online dilarang di Indonesia.

Q: Apakah KDRT dapat dibenarkan?

A: Tidak. KDRT adalah tindakan kriminal yang tidak bisa dibenarkan.

Sumber:

Catatan:

  • Informasi mengenai motif masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.
  • Kasus ini masih dalam proses hukum

IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS