Digital Nomad

Menyaksikan Kemegahan Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

×

Menyaksikan Kemegahan Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

Sebarkan artikel ini
Image Credit Istimewa - Melihat Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo.
Image Credit Istimewa - Melihat Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo.

INDONESIAUPDATES.COM, FOOD & TRAVEL – Upacara Yadnya Kasada, sebuah ritual adat Suku Tengger yang penuh makna dan tradisi, kembali digelar di kawasan Gunung Bromo pada tanggal 21 Juni 2024. Momen sakral ini menjadi daya tarik wisata budaya yang memikat para pengunjung, baik lokal maupun mancanegara.

Pada puncak perayaan, suasana di sekitar Gunung Bromo dipenuhi dengan lautan manusia Suku Tengger yang berduyun-duyun menuju Pura Luhur Poten. Di sanalah mereka mempersiapkan sesajen, persembahan hasil bumi dan hewan ternak, sebagai wujud rasa syukur atas limpahan karunia Tuhan dan penggenapan janji leluhur kepada Roro Anteng dan Joko Seger.

Prosesi larung sesaji menjadi inti dari Upacara Yadnya Kasada. Ribuan sesajen dilempar ke kawah Gunung Bromo, melambangkan rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur. Momen ini menjadi puncak dari rangkaian ritual yang sarat makna dan tradisi.

Namun, Yadnya Kasada bukan hanya tentang larung sesaji. Upacara ini juga diwarnai dengan berbagai tradisi dan kearifan lokal Suku Tengger. Pertunjukan tari-tarian tradisional, lantunan kidung pujian, dan doa-doa suci mewarnai suasana, menciptakan atmosfer magis dan penuh spiritualitas.

Bagi Suku Tengger, Yadnya Kasada bukan sekadar ritual, tapi juga momen untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat identitas budaya. Upacara ini menjadi pengingat akan asal-usul dan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.

Bagi wisatawan, menyaksikan Upacara Yadnya Kasada adalah sebuah pengalaman budaya yang tak terlupakan. Di sini, mereka dapat merasakan keunikan tradisi Suku Tengger, menyatu dengan alam, dan menyelami makna spiritualitas yang mendalam.

Namun, perlu diingat bahwa selama perayaan Yadnya Kasada, kawasan Gunung Bromo ditutup untuk umum selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan terhadap ritual suci ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran dan kekhusyukan upacara.

Baca Juga :  Sensasi Gurih Pedas Dendeng: Menjelajahi Perbedaan Dendeng Balado, Batokok, dan Lambok

Jika Anda ingin menyaksikan Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo, pastikan Anda merencanakan perjalanan dengan baik dan mematuhi peraturan yang ada. Datanglah dengan hati yang terbuka dan rasa hormat, dan rasakan pengalaman budaya yang tak terlupakan di tengah panorama alam yang memukau.


Pertanyaan Umum (FAQ): Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo


Apa itu Upacara Yadnya Kasada?

Upacara Yadnya Kasada adalah ritual adat tahunan Suku Tengger yang dirayakan di Gunung Bromo sebagai wujud rasa syukur atas limpahan karunia Tuhan dan untuk mengenang leluhur mereka, Roro Anteng dan Joko Seger.

Kapan Upacara Yadnya Kasada dilaksanakan?

Upacara Yadnya Kasada dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 14 bulan Kasada dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger. Pada tahun 2024, upacara ini jatuh pada tanggal 21 Juni.

Di mana Upacara Yadnya Kasada diadakan?

Upacara Yadnya Kasada berpusat di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo. Namun, rangkaian acaranya juga berlangsung di berbagai desa Suku Tengger di sekitar Gunung Bromo.

Apa saja yang dilakukan dalam Upacara Yadnya Kasada?

Rangkaian utama Upacara Yadnya Kasada meliputi:

  • Penyambutan tamu: Para tamu dan pengunjung disambut dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Suku Tengger.
  • Pembersihan Pura: Dilakukan pembersihan Pura Luhur Poten dan sekitarnya sebagai bentuk persiapan ritual.
  • Upacara Pendakian: Para pemuka adat dan tokoh Suku Tengger mendaki ke puncak Gunung Bromo untuk mengambil air suci dari kawah.
  • Penyiaran Air Suci: Air suci yang diambil dari kawah dibagikan kepada seluruh umat Suku Tengger sebagai berkah.
  • Larung Sesaji: Puncak ritual adalah larung sesaji, di mana hasil bumi, hewan ternak, dan berbagai persembahan lainnya dilemparkan ke kawah Gunung Bromo sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan.
  • Selamatan Desa: Setelah larung sesaji, diadakan selamatan di masing-masing desa Suku Tengger yang dipimpin oleh dukun adat.
Baca Juga :  Ide Olahan Daging Kurban yang Lezat dan Menggugah Selera

Apa makna Upacara Yadnya Kasada bagi Suku Tengger?

Upacara Yadnya Kasada memiliki makna yang sangat penting bagi Suku Tengger. Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur atas limpahan karunia Tuhan, penghormatan kepada leluhur, dan permohonan keselamatan serta kemakmuran di masa depan. Selain itu, Yadnya Kasada juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat identitas budaya Suku Tengger.

Apakah wisatawan boleh menghadiri Upacara Yadnya Kasada?

Ya, wisatawan boleh menghadiri Upacara Yadnya Kasada. Namun, perlu diingat bahwa selama perayaan Yadnya Kasada, kawasan Gunung Bromo ditutup untuk umum selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan terhadap ritual suci ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran dan kekhusyukan upacara.

Tips untuk menghadiri Upacara Yadnya Kasada:

  • Rencanakan perjalanan dengan baik: Cari tahu informasi tentang tanggal pasti pelaksanaan Yadnya Kasada, akomodasi, dan transportasi.
  • Patuhi peraturan: Hormati adat dan tradisi Suku Tengger. Kenakan pakaian yang sopan dan rapi.
  • Jaga kelestarian: Jangan membuang sampah sembarangan dan jaga kebersihan lingkungan sekitar.
  • Bersikaplah sopan: Hormati para pemuka adat dan tokoh Suku Tengger. Jangan mengganggu jalannya ritual.

Informasi lebih lanjut:

Semoga informasi ini bermanfaat!


IKUTI INDONESIAUPDATES.COM DI GOOGLE NEWS